Home Sains Ciri Khusus Pada Hewan dan Fungsinya (1)

Ciri Khusus Pada Hewan dan Fungsinya (1)

2639
1
SHARE

Setiap hewan memiliki ciri khusus yang membedakannya dengan hewan lain. Ciri khusus ini berhubungan dengan kemampuannya untuk bertahan hidup. Dengan ciri khusus yang dimilikinya, hewan dapat tetap bertahan hidup. Berikut ini beberapa ciri khusus yang dimiliki oleh berbagai hewan.

Cecak dan Tokek

Cicak-tokekCecak sering kita lihat di dinding dan langit-langit rumah. Begitu juga tokek bisa kita jumpai di pepohonan. Cecak sangat jarang berada di lantai. Cecak bergerak dengan cara merayap. Saat merayap di dinding, cecak tidak terjatuh. Mengapa demikian? Coba bandingkan dengan hewan lainnya. Dapatkah ayam atau itik merayap di dinding? Tentu tidak, bukan?

Ternyata, cecak dan tokek memiliki perekat pada setiap ujung jari kakinya. Dengan perekat inilah kaki cecak dapat menempel di dinding. Bagaimana bila kakinya tidak bisa diangkat dari dinding karena perekat tersebut? Hal ini tidak akan terjadi. Cecak dapat mengatur banyaknya perekat yang dikeluarkan. Dengan demikian, cecak dapat tetap bergerak merayap tanpa terjatuh. Cecak dapat mendaki pohon, dinding, atau atap bangunan dengan mudah.

Selain itu, cecak mempunyai kemampuan autotomi. Cecak dan tokek dapat memutuskan ekornya secara tiba-tiba. Cecak melakukan autotomi saat akan ditangkap mangsa. Dengan begitu, cecak dapat melarikan diri dan mengelabui musihnya sehingga selamat. Ekor cecak yang putus dapat tumbuh kembali. Kedua hewan ini juga mempunyai lidah yang panjang dan lengket yang berfungsi untuk menangkap mangsa.

Bebek

bebek-dan-selaput-kakiBebek termasuk salah satu jenis unggas. Ia hidup serta mencari makan di daratan dan perairan. Bebek menggunakan kakinya untuk berjalan. Coba bandingkan kaki bebek dengan kaki ayam. Tentu berbeda, bukan? Pada kaki bebek, setiap jarinya dihubungkan dengan selaput. Dengan kaki berselaput, bebek dapat berenang dan berjalan di lumpur. Selain bebek, kaki berselaput juga dimiliki angsa. Sementara, ayam tidak memiliki jari berselaput. Ayam hidup dan mencari makan di darat saja. Bebek juga mempunyai paruh berbentuk sudu yang berfungsi untuk menyaring makanan di lumpur.

 

Kelelawar

kelelawarKelelawar keluar dan mencari makan pada malam hari. Sebaliknya, pada siang hari, kelelawar hanya berdiam di sarangnya. Oleh karena itu, kelelawar dijuluki hewan malam. Bagaimana kelelawar bisa menemukan makanan di kegelapan malam? Apakah kelelawar tidak tersesat atau menabrak benda-benda yang dilaluinya? Bukankah malam hari gelap gulita?

Dalam keadaan gelap, kelelawar tidak pernah menabrak benda yang dilaluinya. Kelelawar juga tidak kesulitan menemukan makanan. Hal ini dikarenakan kelelawar memiliki keistimewaan. Kelelawar memiliki indra pembau dan pendengar yang tajam. Dengan penggabungan keduanya, kelelawar dapat menemukan makanan. Kelelawar dapat menentukan arah terbang dan menghindari tabrakan.

Saat terbang, kelelawar mengeluarkan bunyi tinggi yang nyaring. Bunyi ini memiliki frekuensi sangat tinggi (lebih dari 20.000 Hz). Bunyi ini dinamakan ultrasonik. Bunyi ultrasonik akan mengenai benda atau mangsa disekitarnya. Bunyi ini akan dipantulkan kembali oleh benda tersebut. Kelelawar menangkap bunyi pantulan dari benda atau mangsanya. Bunyi pantulan membuat kelelawar dapat memperkirakan jarak terbang. Kelelawar dapat mengenal benda di sekitarnya. Inilah yang menjadikan kelelawar dapat membedakan antara mangsa dan bukan mangsa. Kemampuan yang dimiliki kelelawar untuk memperkirakan jarak melalui pantulan bunyi tersebut dinamakan ekolokasi. Ekolokasi juga berfungsi untuk mendeteksi benda di tempat gelap.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here