Home » News » Berita Sains » Fakta Gerhana Bulan Merah
Ilustrasi gambar gerhana bulan merah / gerhana bulan darah (blood moon) (sumber gambar : sains.kompas.com)
Ilustrasi gambar gerhana bulan merah / gerhana bulan darah (blood moon) (sumber gambar : sains.kompas.com)

Fakta Gerhana Bulan Merah

Maslatip.com – Banyaknya mitos tentang fenomena gerhana bulan merah membuat saya tergelitik untuk mencari fakta tentang gerhana bulan merah yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dengan ilmu sains. Jujur, saya sangat tidak mempercayai mitos gerhana bulan merah yang banyak terjadi di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, saya mencoba mencari jawaban kebenaran ilmiah tentang fenomena gerhana bulan merah.

Muncul pertanyaan dalam benak saya, mengapa saat proses terjadinya gerhana bulan, bulan malah tampak merah seperti darah? Bukankah seharusnya bulan tampak gelap pekat karena tidak mendapat cahaya matahari akibat terhalang bumi? Mungkin Anda juga punya pertanyaan yang sama seperti saya. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini fakta tentang mengapa gerhana bulan merah dapat terjadi?

Pada dasarnya, gerhana merupakan peristiwa tertutupnya sebuah objek yang disebabkan adanya benda/objek yang melintas di depannya. Kedua objek yang terlibat dalam gerhana ini memiliki ukuran yang hampir sama jika diamati dari Bumi, baik gerhana matahari maupun gerhana bulan.

Saat gerhana bulan terjadi, matahari, bumi, dan bulan terletak pada satu garis lurus. Posisi itu membuat bumi menutupi cahaya matahari yang seharusnya sampai ke bulan. Hal ini menggambarkan adanya fenomena alam bahwa bulan memasuki bayangan bumi, sehingga terjadi gerhana bulan.

Dengan posisi gerhana tersebut, dari sudut pandang manusia di bumi, seharusnya bulan tak akan tampak. Namun, ternyata saat totalitas gerhana terjadi, bulan justru berwarna merah sehingga kerap disebut gerhana bulan darah atau blood moon. Bagaimana bisa?

Astrofisikawan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, menerangkan bahwa warna merah darah bulan disebabkan oleh pembiasan. “Cahaya matahari yang mengenai bulan memang tertutup oleh bumi, tetapi atmosfer bumi masih membiaskan cahaya merah dari matahari itu sehingga bulan tidak gelap total,” tulis Thomas di blognya pada Senin (6/10/2014).

Hal itu mudah dijelaskan bila manusia berdiri di bulan. Manusia bakal melihat Bumi dikelilingi oleh cahaya merah yang dibiaskan atmosfernya. Bulan yang menjadi merah darah bisa dilihat saat totalitas gerhana (gerhana bulan total). Demikian sekilas info sains tentang fakta gerhana bulan merah atau yang biasa disebut gerhana bulan darah (blood moon), semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>