Home Pendidikan Format RPP Bikin “Bad Mood”

Format RPP Bikin “Bad Mood”

323
0
SHARE

Sejak di bangku kuliah sampai mengajar menjadi guru, hal yang paling membosankan bagi saya adalah membuat Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP). Rasanya pengen segera “pensiun” jadi guru ketika ada kata RPP singgah di telinga. Apalagi lagi jika ditambah kalimat tagihan bapak/ibu pengawas atau kepsek “RPPnya mana?”. Hadewh… kabuurrr.. hehehe…

Bagian RPP yang membuat saya bad mood adalah formatnya. Dari jaman kuliah sampe jaman menjadi guru beneran, format penulisan RPP yang diminta ya gitu-gitu terus, tidak ada perubahan sama sekali. RPP harus detail dan berlembar-lembar seperti menulis sebuah laporan hasil penelitian atau skripsi. Format RPP yang katanya ideal untuk kurikulum 2006 seperti berkut ini:

Identitas
Identitas RPP meliputi nama sekolah, kelas,semester,mata pelajaran atau tema dan jumlah pertemuan.

Standar Kompetensi
merupakan kualivikasi kemampuan minimal peserta didik yg menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yg diharapkan dicapai pada setiap kelas atau semester pd suatu mata pelajaran.

Kompetensi Dasar
sejumlah kemampuan yg hrs dikuasai peserta didik dalam mapel sbg rujukan menyusun indikator kompetensi dalam mata pelajaran.

Indikator
Perilaku yg dapat diukur atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu sebagai acuan penilaian. Indikator dirumuskan dengan kata kerja operasional yang dapat diamati, dan diukur mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

Tujuan
Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil yang dicapai oleh peserta didik sesuai Kompetensi Dasar.

Materi Ajar
Memuat: fakta, konsep, prinsip, dan prosedur, yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator.

Alokasi Waktu
Disesuaikan dg keperluan untuk pencapaian Kompetensi Dasar

Metode
Metode digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran. Pemilihan metode disesuaikan dgsituasi dan kondisi, karakteristik setiap indikator.

Kegiatan Pembelajaran:

Pendahuluan (Kegiatan Awal ) untuk:

  • membangkitkan motivasi
  • memfokuskan perhatian pesdik

Inti (proses pembelajaran) dilakukan secara:

  • ¬†interaktif
  • inspiratif
  • menyenangkan
  • menantang
  • memotivasi
  • untuk berkreasi
  • partisipasi aktif
  • mandiri
  • sesuai bakat, minat, dan perkembangan
  • Kegiatan inti dilakukan secara sistimatis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

Penutup

  • membuat rangkuman/kesimpulan
  • penilaian dan refleksi
  • umpan balik dan tindak lanjut
  • menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya

Penilaian hasil
Penilaian proses dan hasil sesuai indikator kompetensi dan mengacu pada standar penilaian

Sumber Belajar
Penentuan sumber belajar berdasar SK, KD, indikator

Dalam menyusun RPP yang ideal, perlu diperhatikan prinsip-prinsip penyusunannya berikut:

  1. Memperhatikan perbedaan peserta didik
  2. Mendorong partisipasi aktif peserta didik
  3. Mengembangkan budaya membaca dan menulis
  4. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut
  5. Keterpaduan antar komponen RPP
  6. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi

Menurut saya pribadi, yang namanya RPP atau lesson plan itu sebenarnya tidak harus disusun secara detail berlembar-lembar seperti format diatas. Satu sobek kertas pun bisa menjadi bahan untuk menuliskannya karena pada dasarnya hanya ada 3 hal yang perlu ditulis dalam sebuah lesson plan yaitu siswa mau dapat apa?, guru ngapaian dan siswa ngapain. Its very simple. Saya sadar betul, yang namanya guru memang harus dan wajib membuat rencana sebelum mengajar agar anak-anak didiknya bisa belajar dengan maksimal. Oleh karenanya, saya selalu menyiapkan selembar kertas sebelum mengajar untuk menuliskan sebuah lesson plan yang tentunya berbeda dengan format lesson plan ideal yang saya sebutkan di atas.

RPP-Its-Very-SimpleBagi bapak dan ibu guru life is choice, silahkan memilih mau menyusun rencana dengan model yang mana. Yang penting adalah kita harus bisa menginspirasi siswa untuk menjadi orang yang sukses dan lebih baik dari diri kita sendiri. Mudah-mudahan di kurikulum 2013 ini tidak menuntut guru untuk mengetik membuat lesson plan sampai berlembar-lembar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here