Home News Berita Sains Kulit Pisang Sebagai Obat Penurun Kolesterol

Kulit Pisang Sebagai Obat Penurun Kolesterol

260
0
SHARE

pektin-kulit-pisang

Kulit pisang biasanya dibuang begitu saja di tong sampah. Sampah kulit pisang biasanya hanya skedar dijadikan bahan kompos. Akan tetapi, ditangan 3 mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP Unibraw), Malang, Jawa Timur, limbah kulit pisang ini bisa menjadi obat penurun kolesterol. Mereka mengekstrak zat pektin dari kulit pisang itu.

Ketiga mahasiswa itu Lukman Azis (21), Nisa Alfilasari (20) dan Clara Arha (20) mula-mula  memunguti kulit pisang yang menjadi limbah, baik di tukang gorengan maupun dari agroindustri di Batu, Malang. Limbah kulit pisang yang telah disortasi cukup diriss kecil untuk kemudian dikukus selama 10 menit. Tahap selanjutnya adalah pengeringan dan penepungan. Tepung inilah yang kemudian diekstraksi dengan metode padat-cair pada suhu 90 Celcius menggunakan pelarut asam dari jeruk.

Hasil ekstraksinya merupakan bahan dasar pembuatan masrshmallows alias permen kenyal. Setelah itu proses pemanasan untuk mendapatkan kepekatan yang sesuai dengan kompor biasa. Tahap terakhir adalah pemurnian dan pengendapan dengan alkohol 70% dan 96%, penyaringan pektin sudah siap digunakan. Proses pembuatan pektin ini juga cukup mudah dan dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan rumah tangga biasa. Tiap 3,5 kg limbah kulit pisang, bisa menghasilkan 500 gram tepung pisang. Tiap 25 gram tepung pisang bisa menghasilkan 4-5 gram pektin.

Permen kenyal yang mengandung pektin ini kemudian diujicobakan pada tikus-tikus percobaan yang sudah diinjeksi kandungan kolesterol tinggi hingga menderita jantung koroner. Terbukti kandungan kolesterol pada tikus-tikus itu setelah memakan marshmallow berpektin jadi turun kolesterolnya. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pektin berbahan limbah kulit pisang selama dua minggu mampu menurunkan kadar kolesterol sampai 52 persen.

peneliti-kulit-pisang

Selama ini Indonesia mengimpor pektin hingga berton-ton setiap tahunnya. Padahal harga pektin tidak murah, Rp 1 juta per gramnya. Mengekstrak pektin dari kulit pisang bisa menekan harga pektin menjadi Rp 12 ribu per gram.

Hasil dari penelitian di bawah bimbingan dosen Nur Ida Panca STP, MP ini akan dinilai Ditjen Dikti yang pemenangnya akan diumumkan Agustus 2014 nanti. Lukman dkk ini juga berencana mempresentasikan penemuannya dalam konferensi ilmiah di suatu kampus di AS pada November 2014 nanti. Dia juga berharap temuannya bisa dimuat di jurnal ilmiah internasional.

Ini adalah penemuan terbaru, untuk kesehatan ke depannya bisa kerjasama dengan pihak terkait industri pangan atau pengolahan obat ikut bantu agar bisa dipasarkan secara meluas oleh masyarakat umum. Beberapa pihak di Fakultas Kedokteran (Unibraw) sudah ada yang ingin membantu untuk memproduksi massal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here