Home Sains Pengertian Gerhana Bulan

Pengertian Gerhana Bulan

86
0
SHARE

Maslatip.com – Pada tulisan kali ini saya akan mencoba menjelaskan tentang pengertian gerhana bulan. Fenomena gerhana bulan sering kita alami, bahkan banyak mitos-mitos gerhana bulan yang menyertainya. Setiap tahun paling tidak hampir dipastikan orang yang berada di bumi mengalami fenomena terjadinya gerhana bulan. Sebenarnya, apakah gerhana bulan itu? Mengapa bisa terjadi gerhana bulan? Dikumpulkan dari berbagai sumber, berikut ini penjelasan tentang pengertian gerhana bulan.

Pengertian Gerhana Bulan Secara Etimologi

Jika dilihat dari asal katanya, kata gerhana yang dalam bahasa Inggris disebut “eclipse” berasal dari bahasa Yunani yaitu ekleipsis yang berarti peninggalan atau pelalaian. Dalam bahasa Arab istilah gerhana bulan biasa disebut dengan kata khusuf. Kata khusuf berarti “memasuki”, hal ini menggambarkan adanya fenomena alam bahwa bulan memasuki bayangan bumi, sehingga terjadi gerhana bulan.

Dengan demikian, secara etimologi, pengertian gerhana bulan adalah peristiwa tertutupnya bulan yang disebabkan karena bulan memasuki bayang-bayang bumi. Kedua objek yang terlibat dalam gerhana bulan ini memiliki ukuran yang hampir sama jika diamati dari Bumi.

Pengertian Gerhana Bulan Secara Astronomi

Gerhana merupakan kejadian astronomi yang berlaku apabila satu objek astronomi bergerak kedalam bayang-bayang objek astronomi yang lain. Jadi, secara astronomi pengertian gerhana bulan adalah peristiwa dimana bulan bergerak memasuki bayang-bayang bumi sehingga mengakibatkan bulan tampak gelap karena cahaya matahari yang seharusnya sampai ke bulan, tertutup oleh bumi. Kemungkinan terjadinya gerhana bulan yaitu pada saat bulan purnama (full moon) karena pada bulan purnama, bumi terletak diantara bulan dan matahari.

Ilustrasi gambar gerhana bulan (sumber : www.g-excess.com)
Ilustrasi gambar gerhana bulan (sumber : www.g-excess.com)

Saat gerhana bulan terjadi, matahari, bumi, dan bulan terletak pada satu garis lurus. Posisi itu membuat bumi menutupi cahaya matahari yang seharusnya sampai ke bulan. Hal ini menggambarkan adanya fenomena alam bahwa bulan memasuki bayangan bumi, sehingga terjadi gerhana bulan.

Proses Terbentuknya Umbra dan Penumbra

Kejadian gerhana disebabkan oleh bayangan bumi dan bulan yang besar sekali. Kedua benda langit itu gelap. Oleh karena itu, ketika kedua benda ini diterangi oleh matahari, masing-masing mempunyai bayangan yang menjulur kedalam ruang angkasa jauh dari matahari. Bayangan yang terbentuk oleh bumi atau bulan mempunyai beberapa bagian.

Gambar proses terbentuknya umbra dan penumbra saat gerhana bulan dan matahari (sumber : Sukma Perdana Prasetya dalam tulisannya tentang Gerhana Bulan)
Gambar proses terbentuknya umbra dan penumbra saat gerhana bulan dan matahari (sumber : Sukma Perdana Prasetya dalam tulisannya tentang Gerhana Bulan)

Berdasarkan gambar di atas, terdapat suatu daerah bayangan sempurna yang dikenal sebagai umbra (dari bahasa latin yang artinya bayangan). Karena bumi maupun bulan lebih kecil dari matahari, umbra masing-masing berbentuk kerucut. Umbra ini berkurang diameternya semakin bayangan ini menjulur lebih jauh kedalam ruang angkasa sampai akhirnya bayangan ini tiba pada suatu titik. Umbra sering disebut sebagai bayangan inti atau gelap.

Sekeliling kerucut bayangan sempurna terdapat suatu daerah bayangan sebagian yang disebut penumbra (bahasa latin untuk ‘hampir suatu bayangan’). Setiap objek dalam penumbra ini menerima cahaya dari suatu bagian sisi matahari. Jika garis-garis yang membatasi daerah kerucut bayangan sempurna diperpanjang kea rah luar, akan terbentuk suatu kerucut terbalik. Kerucut terbalik ini disebut umbra negative. Penumbra sering disebut sebagai bayangan kabur atau remang-remang.

Tidak sulit untuk menghitung panjang umbra bumi dan umbra bulan. Dari gambar 1 dapat dilihat bahwa panjang kerucut bayangan sempurna tergantung pada tiga factor yaitu diameter matahari (sumber cahaya), diameter bumi ataupun diameter bulan dan jarak antara matahari dan bumi ataupun bulan. Perlu diingat bahwa diameter matahari, bumi, bulan adalah faktor-faktor yang tetap. Sedangkan jarak antara bumi dan matahari serta jarak bulan dengan matahari selalu berubah, oleh karena itu panjang umbra bumi atau umbra bulan berubah-ubah. Panjang rata-rata umbra bumi kira-kira 1.400.000 km, sedangkan panjang rata-rata umbra bulan kira-kira 375.000 km.

Kapan Gerhana Bulan Terjadi?

Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.

Mengapa Gerhana Bulan Dapat Terjadi?

Gerhana bulan dapat terjadi karena bulan selalu berevolusi mengelilingi bumi dan bersama-sama bumi mengelilingi matahari. Gerakan ini mengakibatkan suatu saat matahari, bumi, dan bulan dalam keadaan satu garis lurus yang sama sehingga cahaya matahari yang seharusnya sampai ke bulan terhalang oleh bumi. Akibatnya bulan akan tampak gelap karena tidak mendapatkan cahaya matahari yang kemudian dikenal dengan istilah gerhana bulan.

Anda juga dapat membaca artikel sains lainnya di blog ini tentang macam-macam gerhana bulan dan percobaan IPA proses terjadinya gerhana bulan. Demikian penjelasan singkat tentang pengertian gerhana bulan dan semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here