Home » Bank Soal » Soal Olimpiade IPA SD Materi Superkonduktor OSN Provinsi

Soal Olimpiade IPA SD Materi Superkonduktor OSN Provinsi

Soal olimpiade IPA SD berikut ini digunakan dalam seleksi OSN SD Bidang IPA tingkat provinsi tahun 2013. Tipe soal olimpiade IPA SD yang digunakan terdiri dari soal pilihan ganda, uraian singkat dan uraian panjang. Materi soal olimpiade siswa SD bidang IPA terdiri dari soal-soal biologi, fisika, dan astronomi.

Perhatikan gambar sebuah kereta peluru atau kereta cepat dibawah ini!

pemanfaatan-superkonduktor-kereta-maglev-train

Material yang digunakan sebagai rel kereta peluru (Shinkansen) bersifat ….

A. isolator
B. semikonduktor
C. konduktor
D. superkonduktor

Kunci Jawaban : D superkonduktor

Pembahasan soal olimpiade IPA SD materi superkonduktor :

  1. Isolator adalah bahan yang tidak bisa menghantarkan listrik dengan baik contoh : kaca, kayu, kain, dll

  2. Konduktor adalah bahan yang dapat menghantarkan listrik dengan baik contoh : tembaga, perak, dll

  3. Semikonduktor  adalah sebuah bahan dengan konduktivitas listrik yang berada di antara insolator dan konduktor. Suatu semikonduktor bersifat sebagai isolator jika tidak diberi arus listrik dengan cara dan besaran arus tertentu, namun pada temperatur, arus tertentu, tatacara tertentu dan persyaratan kerja semikonduktor berfungsi sebagai konduktor, misal sebagai penguat arus, penguat tegangan dan penguat daya. Untuk menggunakan suatu semikonduktor supaya bisa berfungsi harus tahu spefikasi dan karakter semikonduktor itu, jika tidak memenuhi syarat operasinya maka akan tidak berfungsi dan rusak. Contohnya : silikon, germanium, gallium dan arsenide.

  4. Superkonduktor merupakan konduktor yang tidak memiliki hambatan listrik pada temperatur yang sangat rendah. Bahan superkonduktor ini dapat menolak medan magnet. Ini berarti magnet yang diletakkan di atas bahan superkonduktor akan melayang (terbang) karena tidak bisa mendekati bahan superkonduktor itu (mengalami gaya tolak).

Kereta Peluru (Kereta shinkansen/Maglev Train)

Mglev merupakan singkatan dari Magnetically Levitated Train. Kereta maglev berjalan melayang tanpa menempel di rel. Kereta ini bisa terangkat karena adanya gaya-gaya magnet. Kita tahu bahwa magnet itu memiliki dua kutub, Utara (U) dan Selatan (S). Kita juga tahu bahwa kutub Utara dan kutub Selatan selalu tarik-menarik, sedangkan kutub-kutub sejenis (Utara dengan Utara atau Selatan dengan Selatan) selalu tolak-menolak. Prinsip dasar yang sederhana inilah yang diaplikasikan untuk menjalankan dan ‘menerbangkan’ Maglev Train.

Kereta api ini memiliki rel (lintasan) kereta yang berbeda dengan rel kereta yang sudah kita kenal selama ini. Pada kedua sisi lintasan Rel kereta terbang ini terdapat dinding-dinding yang dilengkapi dengan kumparan-kumparan kawat. Oleh prinsip induksi elektromagnet, kumparan-kumparan kawat ini dapat menjadi magnet. Kereta bisa bergerak maju karena adanya interaksi antara magnet-magnet pada dinding-dinding itu dengan magnet-magnet pada kereta.

superkonduktor-kereta-peluru-maglev-train

Kereta Maglev justru hampir tidak bersuara sama sekali! Ini karena kereta tidak bersentuhan (tidak mengalami gesekan) dengan permukaan apa pun sehingga tidak ada suara yang tercipta akibat gesekan.

Teknologi kereta terbang ini semakin maju dengan aplikasi konsep superkonduktor. Superkonduktor merupakan konduktor yang tidak memiliki hambatan listrik pada temperatur yang sangat rendah. Bahan superkonduktor ini dapat menolak medan magnet. Ini berarti magnet yang diletakkan di atas bahan superkonduktor akan melayang (terbang) karena tidak bisa mendekati bahan superkonduktor itu (mengalami gaya tolak).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>